PDF
Print
E-mail
Sejarah Kampoeng Ternak

1994

Dompet Dhuafa (DD) memulai program penyebaran hewan-hewan kurban ke wilayah-wilayah miskin di Indonesia. Dengan nama awal "Tebar 999 Hewan Kurban" telah mulai memantik minat pekurban untuk menitipkan hewan kurbannya ke program ini. Pada tahun 1997 nama program ini diganti dengan nama Tebar Hewan Kurban (THK).

2000

THK mulai disinergikan dengan program pemberdayaan peternak yang menyiapkan hewan kurban di daerah-daerah sasaran. Dengan program ini, masyarakat dhuafa tidak hanya menerima manfaat dalam bentuk daging kurban, tetapi juga manfaat ekonomi karena pemeliharaan ternak yang mereka lakukan. Pada tahun ini penyebaran hewan kurban menjangkau daerah-daerah pelosok yang miskin dan rawan pangan hampir di seluruh propinsi.

2002

April 2002, dimulai program "Ternak Domba Sehat (TDS)" yang berlokasi di Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Program ini mengusung konsep peternakan Tiga Strata yakni Breeding (pemuliaan), Multiplier (Pembiakan), dan Commercial (Komersil). Posisi TDS sendiri berada pada strata satu yang memiliki fungsi sebagai pusat pembibitan Domba Garut. Bibit unggul dari TDS ini kemudian akan dikembangkan di sentra-sentra program pemberdayaan peternak.

2005

1 Juni 2005, dibentuk "KAMPOENG TERNAK" sebagai jejaring DD yang bertugas mengembangkan program peternakan yang berbasis pada peternakan-peternakan rakyat (mustahik peternak).

Hingga akhir 2006, program pemberdayaan peternak telah menjangkau 18 propinsi dengan melibatkan 1.475 kepala keluarga petani-peternak dhuafa. Selain mendapatkan keuntungan ekonomi, para peternak dhuafa ini juga mendapatkan pembinaan teknis beternak dan pembangunan etos kerja, semangat untuk mandiri, dan pendalaman pemahaman spiritual.

 

Quick Contact

Nama Lengkap
Please type your full name.
No. HP
Please type your full name.
E-mail
Invalid email address.
Alamat
Invalid Input
Pesan
Invalid Input